Mesir,adalah Negara yang indah lagi elok, didalamnya mengalir salah satu sunga yang mata airnya berasal dari surga yaitu nil yang memberikan kehidupan dan kesejahteraan terhadap penduduk mesir, pesona dan simpanan khazanah budaya dan ilmu pengetahuan menjadikan mesir sebagai Negara yang menjadikan pariwisata sebagai sumber mata Devisa Negara ini setelah terusan suez.
Tidak hanya itu saja mesir pun memilik beberapa julukan dan gelar yang disematkan dipundaknya seperti Negeri kinanah disebabkan kondisi Negara yang stabil dan damai jauh dari huru hara atau negeri seribu menara karena terpancang lebih dari seribu menara yang tegak berdiri kokoh yang membuatnya indah. Namun yang paling familiar bagi umat islam mungkin adalah ardul anbiya atau negeri para nabi karena sejrah telah berbicara dan menorehkan tintanya bahwa banyak sekali nabi sebagai penyambung lidah Allah SWT telah hidup dan berinteraksi dinegeri mesir ini.
Dari sudut pandang sejarah, Mesir adalah pusat dari pada peradaban manusia, raja fira`un yang terkenal arsitektur bangunan terhebat yang telah menghasilkan pyramid yang indah namun lalim pun memiliki KTP mesir dan beberapa nabi seperti nabi Musa As pun menjadikan mesir sebagai lahan dakwahnya sehingga tak heran ketika berinteraksi dengan orang mesir pasti dia selalu menyebut tercinta sebagai ummudunya atau ibu dunia, mesir dengan pesona yang dimiliki. Memberikan tempat tersendiri di mata Masisir (Mahasiswa Indonesia yang ada di mesir), keberadaan Al Azhar sebagai universitas tertua yang telah banyak menghasilkan ulama-ulama terkenal seperti Dr Yusuf Al Qordhowi dan satu hal yang tak kalah penting adalah biaya pendidikan yang sangat yang murah dibandingkan dengan Biaya pendidikan di Indonesia yaitu dengan hanya membayar rusum pertahun sebesar 70 Pound saja mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir bisa merasakan pendidikan perguruan tinggi.
Belum lagi biaya hidup yang bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah membuatnya sebagai sarana pendidikan yang berkualitas namun tidak menjerat leher-leher kaum buruh dan akar rumput yang semakin hari semakin susah untuyk mendapatkan pendidikan yang layak guna dan layak pakai. Dengan beberapa kelebihan tersebut makin terpatrilah dalam Benak para calon Mahasiswa Indonesia yang memiliki keinginan untuk meneruskan studinya ke mesir ini terbayang bahwa mesir adalah gudang ilmu yang menyimpan beberapa "barang pokok" yang harus didapatkan sehingga, tak heran dari tahun ke tahun jumlah Mahasiswa menurut statistik PPMI Mesir menunjukan bahwa dari tahun ke tahun menunjukkan angka peningkatan yang drastis.
Namun dibalik keangunannya sebuah gaun yang indah pastilah terdapat kekurangan, begitu pula Mesir sebagai gudang ilmu terkadang dilupakan oleh pencari gudang sendiri dalam mencari kunci gudang ilmu tersebut sehingga tak jarang ditemui Mahasiswa mesir seakan kehilangan arah dan tujuan dan tak jarang ditemui Mahasiswa Indonesia yang secara psikolog sudah menderita penyakit putus asa akibat tidak dapat memasuki gudang tersebut, sebuah pepatah arab mengatakan bahwa untuk menuju sebuah tujuan yang ingin dicapai harus tahu tata cara serta metode yang harus dikerjakan, sebab tidak akan bisa berjalan sebuah perahu jikalau tidak dijalankan pada tempat yang tepat yaitu air begitu juga mencari ilmu di mesir ini, ketika kaki telah dipijakkan didepan sebuah gudang ilmu yang amat luas pertama yang harus ditanyakan adalah bagaimana cara memasuki areal gudang tersebut guna mendapatkan apa yang kita perlu, haruskah dengan cara mendobrak pintu tersebut sehingga pintu itu roboh atau harus dengan mencari kunci terlebih dahulu sehingga dengan gampang kita melangkah masuk ke dalam, semua itu tergantung pada personal masing-masing namun yang pasti manusia diciptakan Allah SWT sebagai mahluk yang memiliki kemampuan yang sama seorang Albert Einstein yang dikenal sebagai seorang yang jenius ternyata memiliki kemampuan dan volume otak yang sama dengan manusia bisa saja hanya saja satu hal yang berbeda Albert Einstein telah menemukan metode dan jalan yang cocok dalam menuntut ilmu dan yang pasti Albert Einstein tidak menghabiskan tetasan keringat yang sedikit. Sudah sepantaslah bersyukur orang yang telah sampai di negeri penuh ilmu, jangan sampai ketika sudah sampai dikawasan gudang ilmu ternyata yang didapatkan hanyalah gambaran luar dari gudang ilmu saja, sedangkan dalamnya tidak mendapatkan apapun.
Coret-coretan iseng ini hanyalah sebagai pengingat belaka, mungkin tidaklah banyak memberikan ilmu bagi yang membacanya namun setidaknya bisa menjadi sedikit bahan renungan bersama terhadap tujuan dan cita-cita masing-masing, sudah berhasilkah kita memasuki gudang ilmu? Jika belum sudah seberapa besarkah usaha dan do`a yang telah dikerjakan untuk memasuki gudang ilmu tersebut? Jika sudah berusaha semaksimal mungkin coba ditanyakan sekali lagi kepada diri masing-masing sebandingkah kita dengan usaha dan do`a Nabi Zakariya As yang tidak menyerah dalam berusaha dan berdo`a kepada Allah subhanahu wata`ala yang tersurat di surat maryam ayat 2-4 :(Penjelasan rahmat rab kamu kepada hambanya Zakaria, yaitu takkala ia berdo`a kepada rabnya dengan suara yang lembut, ia berkata :"ya tuhanku sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku sudah beruban dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada engkau ya rabku).
Wallahu `alam Bishowab
Tidak hanya itu saja mesir pun memilik beberapa julukan dan gelar yang disematkan dipundaknya seperti Negeri kinanah disebabkan kondisi Negara yang stabil dan damai jauh dari huru hara atau negeri seribu menara karena terpancang lebih dari seribu menara yang tegak berdiri kokoh yang membuatnya indah. Namun yang paling familiar bagi umat islam mungkin adalah ardul anbiya atau negeri para nabi karena sejrah telah berbicara dan menorehkan tintanya bahwa banyak sekali nabi sebagai penyambung lidah Allah SWT telah hidup dan berinteraksi dinegeri mesir ini.
Dari sudut pandang sejarah, Mesir adalah pusat dari pada peradaban manusia, raja fira`un yang terkenal arsitektur bangunan terhebat yang telah menghasilkan pyramid yang indah namun lalim pun memiliki KTP mesir dan beberapa nabi seperti nabi Musa As pun menjadikan mesir sebagai lahan dakwahnya sehingga tak heran ketika berinteraksi dengan orang mesir pasti dia selalu menyebut tercinta sebagai ummudunya atau ibu dunia, mesir dengan pesona yang dimiliki. Memberikan tempat tersendiri di mata Masisir (Mahasiswa Indonesia yang ada di mesir), keberadaan Al Azhar sebagai universitas tertua yang telah banyak menghasilkan ulama-ulama terkenal seperti Dr Yusuf Al Qordhowi dan satu hal yang tak kalah penting adalah biaya pendidikan yang sangat yang murah dibandingkan dengan Biaya pendidikan di Indonesia yaitu dengan hanya membayar rusum pertahun sebesar 70 Pound saja mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir bisa merasakan pendidikan perguruan tinggi.
Belum lagi biaya hidup yang bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah membuatnya sebagai sarana pendidikan yang berkualitas namun tidak menjerat leher-leher kaum buruh dan akar rumput yang semakin hari semakin susah untuyk mendapatkan pendidikan yang layak guna dan layak pakai. Dengan beberapa kelebihan tersebut makin terpatrilah dalam Benak para calon Mahasiswa Indonesia yang memiliki keinginan untuk meneruskan studinya ke mesir ini terbayang bahwa mesir adalah gudang ilmu yang menyimpan beberapa "barang pokok" yang harus didapatkan sehingga, tak heran dari tahun ke tahun jumlah Mahasiswa menurut statistik PPMI Mesir menunjukan bahwa dari tahun ke tahun menunjukkan angka peningkatan yang drastis.
Namun dibalik keangunannya sebuah gaun yang indah pastilah terdapat kekurangan, begitu pula Mesir sebagai gudang ilmu terkadang dilupakan oleh pencari gudang sendiri dalam mencari kunci gudang ilmu tersebut sehingga tak jarang ditemui Mahasiswa mesir seakan kehilangan arah dan tujuan dan tak jarang ditemui Mahasiswa Indonesia yang secara psikolog sudah menderita penyakit putus asa akibat tidak dapat memasuki gudang tersebut, sebuah pepatah arab mengatakan bahwa untuk menuju sebuah tujuan yang ingin dicapai harus tahu tata cara serta metode yang harus dikerjakan, sebab tidak akan bisa berjalan sebuah perahu jikalau tidak dijalankan pada tempat yang tepat yaitu air begitu juga mencari ilmu di mesir ini, ketika kaki telah dipijakkan didepan sebuah gudang ilmu yang amat luas pertama yang harus ditanyakan adalah bagaimana cara memasuki areal gudang tersebut guna mendapatkan apa yang kita perlu, haruskah dengan cara mendobrak pintu tersebut sehingga pintu itu roboh atau harus dengan mencari kunci terlebih dahulu sehingga dengan gampang kita melangkah masuk ke dalam, semua itu tergantung pada personal masing-masing namun yang pasti manusia diciptakan Allah SWT sebagai mahluk yang memiliki kemampuan yang sama seorang Albert Einstein yang dikenal sebagai seorang yang jenius ternyata memiliki kemampuan dan volume otak yang sama dengan manusia bisa saja hanya saja satu hal yang berbeda Albert Einstein telah menemukan metode dan jalan yang cocok dalam menuntut ilmu dan yang pasti Albert Einstein tidak menghabiskan tetasan keringat yang sedikit. Sudah sepantaslah bersyukur orang yang telah sampai di negeri penuh ilmu, jangan sampai ketika sudah sampai dikawasan gudang ilmu ternyata yang didapatkan hanyalah gambaran luar dari gudang ilmu saja, sedangkan dalamnya tidak mendapatkan apapun.
Coret-coretan iseng ini hanyalah sebagai pengingat belaka, mungkin tidaklah banyak memberikan ilmu bagi yang membacanya namun setidaknya bisa menjadi sedikit bahan renungan bersama terhadap tujuan dan cita-cita masing-masing, sudah berhasilkah kita memasuki gudang ilmu? Jika belum sudah seberapa besarkah usaha dan do`a yang telah dikerjakan untuk memasuki gudang ilmu tersebut? Jika sudah berusaha semaksimal mungkin coba ditanyakan sekali lagi kepada diri masing-masing sebandingkah kita dengan usaha dan do`a Nabi Zakariya As yang tidak menyerah dalam berusaha dan berdo`a kepada Allah subhanahu wata`ala yang tersurat di surat maryam ayat 2-4 :(Penjelasan rahmat rab kamu kepada hambanya Zakaria, yaitu takkala ia berdo`a kepada rabnya dengan suara yang lembut, ia berkata :"ya tuhanku sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku sudah beruban dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada engkau ya rabku).
Wallahu `alam Bishowab



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar yah